Selamat jalan Ramadan

Setelah sebulan penuh berlaga di medan jihad, terbenamnya matahari sore nanti merupakan tanda berakhirnya peperangan.

Pekik takbir dikumandangkan, untuk menandai kemenangan. Bila hari ini puasa diwajibkan, besok diharamkan karena untuk merayakan kemenangan. Semua muslim merayakan hari kemenangan namun tidak semua dari mereka menang dalam berjihad. Bagaimana menang, sedang jihad saja tidak? Ada juga yang berjihad, namun terkadang kalah dalam mengendalikan nafsu.

Dan bagi mereka yang benar-benar telah berusaha untuk berjihad, ikhlas dan berhasil mengalahkan nafsu, mereka inilah mujahid yang menang. Mereka inilah yang pantas merayakan kemenangan karena telah berjihad dan berhasil mengalahkan musuh. Keberhasilan dan kemenangan ini, ditandai dengan pengampunan, rahmat dan pembebasan dari neraka.

Dan mereka pantas menyandang predikat sebagai orang yang bertakwa. Karena seruan puasa ditujukan kepada mereka yang beriman agar meningkat menjadi bertakwa.

Seperti apapun lembaran hidup seseorang di masa yang lalu, jika berjihad dan termasuk mereka yang menang akan terhapus bersih.

Islam merupakan agama yang dipilih Allah bagi manusia dan sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri. “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah  Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” (QS 30: 30).

Karena itu juga Rasululluh SAW bersabda, “Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-islami). Ayah dan ibunyalah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala).”

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sangat mungkin fitrah manusia tersebut terkotori, tercemari, berkurang bahkan mungkin juga menghilang. Dan untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya tersebut, satu di antaranya Allah mensyariatkan puasa Ramadan.

Bagaimana sangat pentingnya Ramadan dalam proses penyucian, pemurnian dan pengembalian manusia kepada fitrahnya ini tergambar dalam hadis Nabi SAW. Beliau bertutur bahwa sangat merugi (celaka) mereka yang keluar dari Ramadan dalam keadaan belum terampuni.

Ramadan bagai sebuah kursus yang sarat dengan pelajaran berharga. Ia mengajarkan untuk menjalin hubungan yang baik antara seseorang dengan Allah sekaligus hubungan antarsesama. Dan latihan ini, modal untuk menjalani sebelas bulan lainnya.

Ramadan dalam hitungan jam akan pergi meninggalkan kita, yang mungkin untuk selamanya. Selamat jalan Ramadan, semoga Allah mempertemukan kita kembali di tahun-tahun yang akan datang, dalam keadaan yang lebih baik dari saat ini.

Ya Allah, terimalah amal kebajikan yang kami lakukan. Hapuskan seluruh dosa dan kesalahan. Catatlah kami semua termasuk mereka yang Engkau curahi rahmat, ampunan dan pembebasan. Di hari nan suci dan fitri ini, kembalikan kami ke dalam fitrah-Mu yang bersih dan suci. Dan bantu kami untuk terus mampu menjaganya. Amiiin.

Muhsin Al Jufri