GEJALA ATMOSFER DAN HIDROSFER SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN

 

  1. Lapisan – lapisan atmosfer dan pemanfaatannya
    1. Lapisan atmosfer

Atmosfer berasal dari kata ”atmos” yang berarti udara datu uap atau gas dan ”shapira” yang berarti bola bumi atau lapisan.

Jadi atmosfer adalah lapisan udara yang mengelilingi bumi. Atmosfer terdiri atas beberapa macam gas yang terpengaruh oleh gaya tarik bumi dan sekaligus sebagai lapisan pelindung bumi. Gas nitrogen 78%, gas oksigen 20% dan gas – gas lain 2%. Sifat – sifat atmosfer beserta gas – gas yang terdapat di dalamnya, yaitu mempunyai masa yang dapat menimbulkan tekanan elastis dan dinamis. Oleh karena itu, atmosfer dapat mengembang atau mengecil, dapat berpindah, tidak berwarna dan tidak berbau.

  1. Macam – macam lapisan atmosfer

    1. Troposfer (0 – 15 km), merupakan lapisan atmosfer paling bawah yang langsung bersentuhan dengan permukaan bumi. Di dalam lapisan ini terjadi peristiwa – peristiwa cuaca seperti angin, hujan, awan, halilintar dan lain – lain.di lapisan troposfer ini semakin ke atas suhu semakin turun dengan setiap naik 100 m suhu akan turun 0,60C. Suhu minimum mencapai -520C.
    2. Stratosfer (15 – 45 km).

Merupakan lapisan yang berada diatas troposfer di bagian stratosfer terdapat lapisan ozon yang merupakan pelindung bagi makhluk hidup di bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari. Lapisaan perantara antara troposfer dan stratosfer adalah tropopause. Pada lapisan ini semakin keatas suhu naik, suhu maksimun mencapai -50C.

  1. Mesosfer (45 – 75 km)

Mesosfer berada diatas statosfer. Lapisan perantara antara  stratosfer dan mesosfer di sebut lapisan stratopause. Pada lapisan ini suhu udara mula – mula tinggi kemudian menurun dengan bertambahnya ketinggian.suhu minimum mencapai -1400C. Lapisan ini berfungsi untuk  membakar benda ruang angkasa yang jatuh ke bumi.

  1. Thermosfer (75 – 800 km)

Thermosfer berada dia tas mesosfer. Lapisan perantara mesopause.  Lapisan bagian bawah dari termosfer disebut ionosfer dan sangat berperan dalam penyebaran gelombang radio.

  1. Eksosfer (800 – 1000 km)

Merupakan lapisan paling luas dari atmosfer. Lapisan ini dapat mengahncurkan benda- benda angkasa luar yang melewatinya.

  1. Manfaat lapisan atmosfer
    1. Pernafasan bagi makhluk hidup
    2. Melindungi makhluk hidup dari radiasi sinar matahari
    3. Melindungi bumi dari kemungkinan adanya benturan benda – benda angkasa karena daya tarik bumi
    4. Pemantulan gelombang bunyi bagi aktivitas telekomunikasi dan radio
    5. Untuk pembakaran

Manfaat atmosfer dalam bentuk gerakan udara bagi kehidupan sehari – hari

  1. Pelayaran atau sumber tenaga pendorong bagi nelayan tradisional
  2. Penyerbukan tanaman
  3. Penerbangan dan olahraga terbang layang
  4. Penyebab hujan
  5. Penggerak kincir angin, dll

 

  1. Pengertian cuaca dan iklim serta unsur – unsurya
    1. Pengertian cuaca dan Iklim

Cuaca adalah rata – rata kondisi atmosfer pada suatu tempat tertentu dengan waktu yang relative singkat. Cuaca wilyahnya relative sempit dan senantiasa cepat berubah setiap saat dari waktu ke waktu. Ilmu yang mempelajari cuaca dinamakan Meteorologi.

Iklim adalah keadaan rata – rata cuaca dari suatu wilayah yang luas dan diperhitungkan dalam jangka waktu yang lama, antara 10 – 30 tahun. Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi.

Perbedaan cuaca dan iklim tersebut adalah sebagai berikut :

Keterangan yang membedakan Iklim Cuaca
Waktu perubahan

Wilayah

Sifat

Memprakirakan

Cukup lama antara 10 – 30 tahun

Sangat luas

Sulit berubah

Sulit

Relative singkat

Sempit

Cepat berubah

Mudah

 

  1. Unsur – unsur cuaca dan iklim

Iklim dan cuaca di sautu tempat dibentuk oleh beberapa unsur, diantaranya :

  1. Suhu udara/temperature udara

Suhu/temperature udara yaitu keadaan panas dan dinginnya udara pada suatu tempat dan pada waktu tertentu, yang dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya panas sinar matahari yang diterima bumi. Sedangkan alat untuk mengukur suhu udara disebut termomether. Suhu udara di suatu tempat dipengaruhi oleh factor – factor, antara lain sebagai berikut : lamanya penyinaran matahari, sudut datangnya sinar matahari, ketinggian suatu tempat,keadaan permukaan bumi dan kejernihan udara.

  1. Kelembaban udara / lengas

Kelembaban udara yaitu banyaknya uap air yang dikandung oleh udara.

Alat untuk mengukur kelembaban udara disebut hygrometer/higrograf/ psychrometer. Jenis kelembaban udara yang umumnya dikenal :

1)      Kelembaban absolut / mutlak

Kelembaban absolut adalah beratnya uap air atau berapa gram uap air yang dikandung detiap 1 m3 udara. Kadar kelembaban udara di atmosfer dipengaruhi oleh naik dan turunnya suhu udara di sekitarnya dan terkait dengan penguapan

2)      Kelembahan relatif / nisbi

Kelembaban relatif adalah perbandingan jumlahuap air yang ada di udara denganjumlah maksimum uap air yang dapat dikandung udara pada temperatur yang dinyatakan dengan persen (%)

3)      Kelembaban spesifik

Kelembaban spesifik adalah berat uap air per satuan berat udara (termasuk berat uap airnya), yang umumnya dinyatakan dalam gram air per kilogram udara.

Hampir di seluruh wilayah Indonesia memiliki kelembaban udara yang cukup tinggi, sehingga sering terjadi turun hujan. Factor – factor penyebab Indonesia mempunyai kelembaban udara yang tinggi adalah :

–         Bentuk fisik wilayahnya kepulauan dan dikelilingi laut yang luas

–         Penguapan air cukup banyak karena terletak di daerah tropis

–         Keberadaan hutan alam maupun buantan masih cukup luas, sehingga dapat membantu mempercepat kondensasi

–         Banyak terdapat pegunungan/dataran tinggi yang berfungsi menahan angina pembawa hujan.

  1. Angin

Angin yaitu udara yang bergerak menurut tinggi rendahnya tekanan udara. Arah angin berubah – ubah karena pengaruh perbedaan tekanan udara di suatu tempat. Alat untuk mengukur kecepatan angin disebut anemometer dan dinyatakan dalam satuan meter per detik

Macam – macam angin

#. Angin Muson

Angin muson sering juga disebut angin musim. angin muson adalah angin yang berubah arah setiap enam bulan sekali. Angin muson ini terjadi karena adanya perbedaan pemanasan udara antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan, akibat pergeseran semu tahunan matahari. Di Indonesia angin muson dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

    1. Angin muson barat

Yaitu angin muson yang bertiup dari Asia ke Australia. ketika matahari sedang berada di sebelah bumi selatan kawasan benua australia mengalami penyinaran yang maksimal sehingga suhu udara di Australia menjadi sangat tinggi. angin bertiup dari kawasan asia yang bertekanan maksimum menuju kawasan Australia yang bertekanan minimum. angin ini membawa banyak uap air yang mengakibatkan terjadinya musim hujan di Indonesia yaitu pada bulan  Oktober – maret.

    1. Angin muson timur

Yaitu angin muson yang bertiup dari Australia ke asia, ketika matahari sedang berada di sebelah bumi bagian utara, kawasan benua asia mengalami penyinaran yang maksimal sehingga suhu udara di asia menjadi sangat tinggi. angin bertiup dari kawasan Australia yang bertekanan maksimum menuju kawasan asia yang bertekanan minimum. angin ini membawa sedikit uap air yang mengakibatkan terjadinya musim kemarau di Indonesia yaitu pada bulan April – september.

Masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau disebut musim mareng, sedang peralihan dari musim kemarau ke musim peng hujan disebut musim labuh. Masa peralihan musim itu disebut musim pancaroba, artinya cuaca pada saat itu sewaktu – waktu dapat berubah.

#. Angin Tetap

Angin tetap yaitu angin yang bertiupnya tetap sepanjang tahun, baik mengenai arah, waktu maupun tempatnya.

Contohnya :

  1. Angin pasat, yaitu angin yang berhembus dari tekanan maksimum subtropik ke daerah minimum khatulistiwa
  2. Angin anti pasat : yaituangin yang berada jauh dari permukaan bumi
  3. Angin barat, yaitu angin yang bertiup dari arah barat ke timur
  4. Angin timur, yaitu angin yang bertiup dari timur ke barat.

#. Angin Lokal

Angin lokal yaitu angin yang bertiup di dalam suatu tempat atau wilayah karena adanya perbedaan tekanan udara akibat pemanasan matahari

  1. Angin darat

Angin darat adalah angin yang bertiup dari darat ke laut dan terjadi pad amalam hari. angin darat dapat terjadi karena pada malam hari di darat lebih cepat dingin, sedangkan di laut masih menyimpan panas dari penyinaran matahari pada siang harinya.

  1. Angin laut

Angin laut adalah angin yang bertiup dari laut ke darat dan terjadi pada siang hari. angin laut dapat terjadi karena pada siang hari di darat lebih cepat panas di sebabkan oleh pemantulan sinar matahari kembali, sedangkan di laut masih dingin.

  1. Angin gunung

Angin gunung adalah udara yang bergerak dari gunung ke lembah dan terjadi pada malam hari. hal ini terjadi karena udara di atas lereng gunung pada malam hari lebih cepat dingin jika dibandingkan dengan udara di lembah.

  1. Angin lembah

Angin lembah adalah udara yang bergerak dari lembah ke puncak gunung dan terjadi pada siang hari. hal ini dapat terjadi karena udara di atas lereng gunung pada siang hari lebih cepat panas jika dibandingkan dengan udara di lemabh.

  1. Angin siklon

Angin siklon adalah udara yang bergerak dari  beberapa daerah bertekanan udara tinggi menuju titik pusat tekanan udara rendah. gerakan udara ini terlihat berputar dari beberapa daerah bertekanan udara tinggi yang mengelilingi daerah bertekanan udara tendah.

  1. Angin anti siklon

Angin anti siklon adalah udara yang bergerak dari sautau daerah sebagai pusat bertekanan udara tinggi menuju daerah tekanan udara rendah yang mengelilingingya.

  1. Angin fohn/angin jatuh

Angin fohn adalah angin yang turun dari lereng pegunungan. angin tersebut bersifat kering dan panas karena sudah tidak mengndung uap air. Contohnya :

–         Angin Bahorok di tanah Karo dan Deli (Sumut)

–         Angin Kumbang di Cirebon Jabar

–         Angin Gending di Pasuruhan dan Purbolinggo Jawa Timur

–         Angin Brubu di Ujung Pandang/Makasar, Sulawesi Selatan

–         Angin Wambrow di Biak Papua

–         Angin Puyuh, di daerah Sangir – talaud (Sulawesi Utara) dan di pulau Rote (NTT)

–         Angin Sirocco, di laut Tengah

–         Angin Fohn, di Pegunungan Alpen Utara

–         Angin Zonda, di argentina

–         Angin Chinook di AS bagian barat

  1. Curah hujan

Curah hujan yaitu jumlah air yang turun sebagai hujan di daerah tertentu dalam waktu tertentu dalam satuan milimeter.

Factor yang menentukan banyak sedikitnya curah hujan, antara lain :

–         Letak daerah konfergensi antartropis, bentuk medan yang bergunung – gunung

–         Letak daerah yang dekat dengan lautan dan iklim

Intensitas hujan dapat diukur dengan alat pengukur hujan yang dinamakan ombrometer/fluviometer.

Di Indonesia terdapat beberapa jenis hujan sebagai berikut :

1)      hujan asam

hujan asam adalah hujan yang kondisi airnya menunjukkan tingkat keasaman yang cukup tinggi. Hujan tersebut terjadi karena uap air yang masih berada di atmosfer terkontaminasi oleh polusi udara (polutan) sebagai akibat pembuangan gas pabrik, asap kendaraan, asap kebakaran hutan dll.

2)      hujan orografis (hujan pegunungan)

hujan orografis adalah hujan yang terjadi dilereng – lereng pegunungan. Hujan orografis terjadi karena udara yang mengandung uap air terhalang pegunungan/gunung dan mengalamai proses kondensasi karena pendinginan temperature kemudian turun menjadi hujan

3)      hujan zenithal (hujan konveksi)

hujna zenithal adlah hujan yang disebabkan oleh naiknya udara yang mengandung uap air ke angkasa secara tegak, kemudian mengalami kondensasi karena pendinginan temperature lalu turun menjadi hujan.

4)      hujan frontal (front) /konvergen

hujan frontal adalah hujan yang terjadi karena pertemuan dua masa udara yang berbeda temperaturnya yaitu massa udara panas dengan massa udara dingin. Pertemuan dua massa udara tersebut mengakibatkan massa udara panas yang bermuatan uap air cukup banyak akan naik ke atas mass udara dingin, kemudian terjadi pengembunan dan akhirnya turun menjadi hujan.

  1. Tekanan udara

Tekanan udara yaitu tekanan yang ditimbulkan oleh udara yang menekan bumi. Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara disebut barometer dalam satuan milibar.